Sabtu, 28 April 2012

Lima Fakta Aneh Tentang Pluto





Tidak banyak hal yang sudah diketahui ilmuwan mengenai Pluto. "Segala hal yang kami ketahui tentang Pluto dapat ditulis di kertas berukuran 3x5 inci," tulis Space.com. 

Meskipun demikian, pesawat NASA New Horizons diharapkan tiba di planet kerdil tersebut pada 2015. New Horizons diharapkan mengungkap lebih banyak informasi mengenai Pluto. Saat ini, ada lima fakta paling aneh mengenai Pluto. Ini dia.


Mantan Raksasa
Ketika pertama kali ditemukan tahun 1930, Pluto diyakini lebih besar daripada Merkurius, dan bahkan mungkin lebih besar daripada Bumi. Saat ini, Pluto berdiameter 1.352 kilometer, 20 persen lebih kecil dari pada Bumi.

Orbit Tak Biasa
Orbit Pluto tidak seperti delapan planet lain. Orbitnya sangat elips dan berjarak sekitar 5,87 miliar kilometer dari matahari. Ada masanya ketika Pluto berada pada posisi lebih dekat ke Bumi dibandingkan Neptunus, planet kedelapan. Orbit keduanya memang bersinggungan, tapi keduanya tidak akan bertabrakan.


Dingin Ekstrem
Pluto merupakan salah satu tempat terdingin di tata surya. Temperatur permukaannya sekitar minus 225 derajat Celcius. Ilmuwan memperkirakan Pluto terdiri dari 70 persen batu dan 30 persen es--permukaannya didominasi oleh es nitrogen.

Pluto juga diperkirakan memiliki lautan di bawah permukaan. Keberadaan laut itu ditunjukkan dengan ciri geologi atau kimiawi permukaan Pluto.


Bulan-Bulan Pluto
Pluto punya empat bulan: Charon, Nix, Hydra, dan P4. Bulan yang terakhir disebut belum lama ini ditemukan. Nama resminya nanti kemungkinan adalah "Cerberus". 

Nix, Hydra, dan P4 berukuran kecil, sementara Charon memiliki ukuran sekitar separuh Pluto. Karena ukurannya yang cukup besar itu, beberapa astronom memasangkan Pluto dan Charon sebagai bintang kerdil ganda.


Udara
Ada atmosfer di pluto, meskipun tipis, 3.000 kilometer tebalnya. Komposisi atmosfer tersebut adalah nitrogen, metana, dan karbon monoksida.

Planet Mars Bisa Ditinggali Makhluk Hidup




Tersedianya air dan suhu yang cukup hangat di kedalaman tertentu membuat sekelompok peneliti dari  Australian National University menyimpulkan jika Planet Mars bisa ditinggali makhluk hidup. Tim peneliti yang dipimpin Charley Lineweaver ini membandingkan model suhu dan kondisi tekanan di Bumi dengan di Mars. 

Dari hasil penelitian, disebutkan jika hanya satu persen volume bumi -dari inti hingga ke atmosfir tertinggi- yang bisa ditinggali makhluk hidup. Sedangkan model Planet Mars yang diteliti Lineweaver dkk menyebut jika ada tiga persen lokasi yang bisa ditinggali dengan mayoritas lokasinya di bawah tanah. 

"Apa yang kami lakukan hanya mengambil dan mengumpulkan sebagian besar informasi yang ada. Lalu kami menanyakan apakah tampilan besar ini sesuai dengan adanya kehidupan di Mars," ujar Lineweaver, Senin (12/12). "Dan jawabannya, 'iya'. Ada wilayah luas di Mars yang cocok dengan kehidupan."

Penelitian sebelumnya menyebut jika ada air beku yang ditemukan di Kutub Mars. Penelitian lain dari ANU juga menyebut berapa banyak jumlah air yang bisa ditinggali oleh mikroba layaknya mikroba di Bumi.

Namun, suhu permukaan Mars yang mencapai minus 63 derajat Celsius  membuat air sulit hadir. Tekanan udara juga membuat air akan langsung menguap begitu mencapai permukaan. Itulah yang membuat Lineweaver yakin jika air bisa hadir di  bawah tanah permukaan Mars. 

Di sini, kondisi tanah dan tekanan dianggap ideal untuk munculnya air. Suhu yang cukup hangat juga memungkinkan untuk bakteria dan mikro organisme kecil lain untuk bisa hidup. "Ini relevan jika Anda tertarik dengan asal mula kehidupan dan bagaimana sebuah kehidupan dimulai di planet lain," ujar Lineweaver.

Io, Lokasi Paling Vulkanik di Tata Surya Manusia





Io memiliki 425 gunung api di permukannya, menjadikannya area yang 25 kali lebih vulkanik daripada Bumi.

Tahukah Anda di mana lokasi paling subur untuk pertumbuhan gunung api? Jawabannya ternyata ada di dalam tata surya kita. Beruntung buat manusia, letaknya bukan di planet Bumi. Melainkan di bulan milik Jupiter, Io.
Para ahli astronomi Amerika Serikat berhasil melakukan pemetaan geologi pertama Io yang disusun selama enam tahun. Dari hasil pemetaan itu, diketahui jika Io memiliki 425 gunung api di permukannya. Menjadikan Io sebagai area yang 25 kali lebih vulkanik dari Bumi. Perlu diingat pula jika Io sebagai salah satu bulan terbesar Jupiter, besarnya tak jauh beda dengan Bulan milik Bumi.
Dilansir dari VOA, Selasa (20/3), diketahui permukaan Io bukan hanya terdiri dari gunung api saja. Tapi juga terdiri atas danau lava, kubah vulkanik, dan dataran. Menurut para peneliti dari Arizona State University, peta berwarna dari Io menunjukkan lokasi aktif dari lahan lava di permukaan. Informasi ini akan sangat berguna untuk bahan penelitian proses terbentuknya Io.
Banyaknya gunung api di Io diperkirakan terjadi karena gaya tarik yang kuat oleh Jupiter. Jupiter -planet terbesar di tata surya kita- diketahui memiliki 66 bulan. Empat bulan terbesarnya disebut bulan Galilea yang terdiri atas Io, Europa, Ganymede, dan Callisto.
Kombinasi dari daya tarik gravitasi kesemua benda langit itu membuat permukaan Io meregang. Menyebabkan suhu panas yang luar biasa di dalamnya dan dilepaskan melalui berdirinya ratusan gunung api. Aktivitas seismik ekstrem ini membuat permukan Io terus menerus berubah. Menjadikan Io satu-satunya objek berbatu tanpa kawah di sistem tata surya kita. 

Meneliti Hujan di Bulan Milik Saturnus




Zat cair di Titan bukan berupa air, melainkan metana. Dengan demikian, Titan memiliki sungai metana, danau metana, dan hujan metana.

 

Titan, bulan milik Planet Saturnus, diperkirakan mendapat curah hujan. Wilayah yang terindikasi mendapat guyuran hujan diperkirakan di sekitar kutub, setiap 10-100 jam dalam hitungan tahun Titan atau setara dengan 30 tahun waktu di Bumi.
Hujan di Titan mungkin terdengar aneh. Namun, para peneliti sudah melakukan pengamatan siklus zat cair di Titan yang memiliki danau, sungai, dan awan. Kesimpulannya, pasti ada hujan yang membuat siklus ini berjalan.
Tapi dengan suhu mencapai -179 derajat Celcius, zat cair di Titan bukan berupa air, melainkan metana. Dengan demikian, Titan memiliki sungai metana, danau metana, dan hujan metana.
Sama seperti wilayah di Bumi, tidak semua wilayah Titan mendapat curah hujan. Menurut data yang dikumpulkan misi Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), Cassini, terdapat dua wilayah yang tiba-tiba menggelap dan mengindikasikan turun hujan. Sedangkan wilayah lainnya malah tidak diguyur hujan selama 1.000 tahun terakhir.
Salah satu peneliti dari John Hopkins Applied Physics Laboratory (JHUALP), Dr Ralph Lorenz, meminta agar ada misi baru untuk meneliti wilayah itu lebih lanjut. Sebagai perwujudannya, Dr Lorenz dan timnya sudah menyiapkan misi yang siap ditawarkan pada NASA, Titan Mare Explorer (TiME).
Jika misi ini terpilih, TiME bisa masuk ke atmosfer tipis Titan dan mendarat di salah satu danaunya, Ligeia Mara. Misi ini diperkirakan bisa mendeteksi hujan badai dalam lingkup 1.200 kilometer persegi. "Kami memperkirakan ada peluang 50 persen (alat) pendarat akan diguyur hujan dalam misi selama 2.500 jam," kata Dr Lorenz.

Superwind, Penyebab Matinya Bintang




Penyebab matinya bintang adalah dikarenakan superwind, akan tetapi bagaimana prosese terbentuk masihlah misteri.

 

Astronom di The University of Manchester telah menemukan teori dari superwind yang menyebabkan bintang mati. Dengan menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Chile, penelitian yang dipimpin oleh Barnaby Norris dari University of Sydney dapat melihat ke dalam atmosfer bintang yang tengah sekarat.
Bintang seperti Matahari mengakhiri hidup mereka dengan superwind yang berkekuatan 100 juta kali dibandingkan dengan angin Matahari. Angin ini terjadi selama 10.000 tahun dan memusnahkan setengah dari total massa sebuah bintang. Setelah 10.000 tahun,superwind akan meninggalkan bintang yang sekarat tersebut.
Penyebab terjadinya superwind ini masihlah misteri, namun peneliti sekarang menyebutkan bahwa peristiwa ini tercipta karena debu yang terbentuk di atmosfer bintang. Cahaya bintang mendorong debu untuk menjauh dan akhirnya keluar dari atmosfer. Akan tetapi, teori ini dipentalkan oleh mekanisme yang bertolak belakang.
Mekanisme sebelumnya menyebutkan bahwa debu tidak akan keluar dari bintang, namun menguap di atmosfer VLT telah menunjukkan hasil yang berbeda. Ternyata, debu yang ada di bintang memiliki karakter seperti cermin yang merefleksikan cahaya, bukan menyerapnya. Hal inilah yang membuat debu-debu tersebut terdorong keluar bintang dan menyebabkan superwind.
Terbuangnya debu ke luar atmosfer memberikan efek seperti badai pasir. Profesor Albert Zijlstra dari University of Manchester mengatakan bahwa inilah pertama kalinya kami mengerti bagaimana superwind terbentuk. "Debu dan pasir dari superwind akan selamat dan membentuk bintang yang baru," jelasnya.

70 Persen Konstruksi Infrastruktur Pelabuhan Laut Bermasalah





Perencanaan dan desain infrastruktur pelabuhan laut tidak sesuai standar konstruksi.

 

Balai Pengkajian Dinamika Pantai (BPDP) menegaskan sekitar 70 persen infrastruktur pelabuhan dan bangunan pantai di seluruh Indonesia bermasalah. Hal ini berdasarkan perencanaan dan desain yang tidak sesuai standar konstruksi.
“Padahal hampir 60 persen kota-kota di Indonesia berada di wilayah pesisir pantai. Dalam operasionalnya sangat boros, tidak sustainable, dan mudah rusak,” ujar Kepala BPDP Rahman Hidayat di Yogyakarta.
Banyaknya dermaga pelabuhan, bangunan pantai, dan struktur pelindung pantai yang tidak sesuai kontruksi, disebabkan standar perancangan tidak menyesuaikan kondisi lokal pantai dan keahlian perancangan yang minim. Disamping itu, tidak tersedianya metode pelaksanaan konstruksi yang sesuai dengan ketersediaan peralatan lokal.
Sementara itu, terkait  pembangunan bandara di wilayah pantai Selatan DIY, Rahman mengusulkan agar pemerintah melakukan kajian uji model fisik dan numerik untuk mengantisipasi adanya bahaya dampak gempa dan tsunami. Tidak hanya itu, tingkat abrasi akibat gelombang tinggi terjadi hampir sepanjang tahun. “Perlu dilakukan kajian yang sungguh-sungguh terhadap potensi bencana dalam penentuan lokasinya,” katanya.
Peneliti BPDP lainnya, Widjo Kongko, menuturkan pantai selatan Jawa rawan terhadap ancaman gempa dan tsunami. Kendati demikian, jarang terjadi gempa di lokasi ini karena usia lempeng yang relatif lebih tua, yakni 150 juta tahun. Bandingkan dengan lempeng Sumatra yang rata-rata berusia 60 juta tahun.
“Di selatan Jawa itu tsunaminya khas, gempa pelan tapi tsunami besar karena adanya endapan sedimentasi dengan ketebalan lebih 60 meter yang berada di atas lempeng. Apabila terjadi dislokasi lempeng maka dampak tsunaminya tiga kali lebih besar,” kata Widjo.

Alat Pendeteksi Longsor Hasil Karya Anak Bangsa




Alat deteksi longsor yang terpasang di 30 lokasi masih berfungsi baik. Namun, masih perlu untuk penyempurnaan.

 

Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta melakukan pemetaan geologi untuk mengantisipasi bencana longsor. Sekaligus meninjau kondisi alat deteksi longsor yang dipasang di daerah rawan longsor di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (22/4). Berdasarkan penelitiannya, alat deteksi longsor di beberapa wilayah di Indonesia masih berfungsi dengan baik.
Alat deteksi longsor ini merupakan hasil karya dua staf pengajar di Fakultas Teknik UGM, Dwikorita Karnawati dan Faisal Fathani. Menurut Faisal Fathani, alat deteksi longsor adalah untuk mendeteksi jarak keretakan tanah untuk menentukan potensi terjadinya longsor. Apabila dalam kondisi bahaya maka alat tersebut akan mengirim sinyal sehingga sirene akan berbunyi sebagai bentuk peringatan dini.
Ketika sirene berbunyi hingga radius 500 meter, masyarakat biasanya harus waspada dan melakukan evakuasi. “Untuk pengoperasian alat dan perawatannya kami selalu melibatkan masyarakat,” kata Faisal.
Ia menjelaskan, sejak tahun 2008 lalu, alat deteksi longsor sudah dipasang di 30 lokasi yang tersebar di Pulau Jawa dan luar Jawa. Beberapa wilayah di antaranya Kebumen, Karanganyar, Banjarnegara, Situbondo, Kulonprogo, dan daerah pertambangan di Kalimantan.
Dwikorita menuturkan, penyempurnaan alat deteksi longsor masih terus dilakukan. Bahkan penyempurnaan alat ini sudah memasuki generasi ketiga dan sudah mendapatkan hak paten dan penghargaan internasional. Alat deteksi longsor generasi pertama telah ditiru dan dipasarkan oleh pabrikan China. “Hal itu terjadi ketika beberapa peneliti asal China kita ajak meninjau lokasi keberadaan alat tersebut di Kebumen,” katanya.
Pembuatan alat juga sudah menggunakan 95 persen komponen lokal. Harga tiga jenis alat deteksi longsor ini bervariasi, menyesuaikan dengan tingkat kecanggihan alat tersebut. “Harganya berkisar Rp5 juta hingga Rp20-an juta,” katanya.
Sementara itu, Wagimin (37), warga Dusun Ledok Sari, mengakui ada empat alat yang dipasang di dusun ledoksari. Alat tersebut dipasang setelah terjadi longsor yang merenggut 35 korban pada akhir 2007 lalu. “Selama dua bulan masyarakat diajak ikut pelatihan. Alat ini kita fungsikan saat musim hujan saja,” katanya.
Pakar Geologi UGM Sugeng Wijono mengatakan, wilayah dusun Ledoksari tidak lepas dari ancaman longsor. Karena secara geografis daerah ini dikelilingi perbukitan dengan kemiringan lereng yang relatif curam dan tersusun oleh breksi andesit lapuk dan terpotong oleh bidang kekar. Tak hanya itu, wilayahnya pun  minim vegetasi sebagai penahan air dan gerakan tanah pada saat musim hujan tiba.

Pesan Hari Bumi: Selamatkan Burung Kakatua Sumba






Kehidupan kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) makin terancam seiring menurunnya habitat mereka.

 

Menjaga dan melindungi sebuah pohon di lingkungan sekitar merupakan langkah kecil yang bernilai besar untuk merawat bumi. Pohon merupakan aset dan potensi jangka panjang yang perlu dijaga.
”Pohon juga tidak hanya bermanfaat bagi manusia, tetapi juga sangat berarti bagi kehidupan berbagai jenis burung,” ungkap Dwi Mulyawati, Bird Conservation Officer Burung Indonesia dalam siaran pers tertulis pada peringatan Hari Bumi, Minggu (22/4).
Di sebuah pohon, burung tidak hanya beristirahat, tetapi juga menjadikan pohon tersebut sebagai sumber makanan, bersarang, dan membesarkan keturunan. Salah satunya adalah kakatua Sumba (Cacatua sulphurea citrinocristata) yang hanya dapat ditemui di Pulau Sumba.  
Kakatua Sumba merupakan anak jenis endemik Pulau Sumba. Di Sumba, kakatua pemilik ciri berupa jambul berwarna oranye ini, umumnya hidup di hutan primer dan sekunder. Habitatnya pada ketinggian lebih dari 950 meter di atas permukaan laut.
Satwa ini sangat sulit berkembang biak. Selain kebutuhan khusus akan jenis pohon sarang, kondisi lingkungan yang jauh dari aktivitas manusia juga mempengaruhi keberhasilan perkembangbiakannya.
Menurut Dwi, jenis pohon yang sangat disukai kakatua sumba untuk dijadikan sarang adalah pohon nggoka (Chisocheton sp.) dan marra (Tetrameles nudiflora). Selain kedua jenis pohon ini dapat tumbuh besar dan menjulang, kandungan airnya juga tidak terlalu tinggi. Sehingga, sangat cocok bagi sang betina untuk bersarang (di lubang pohon) dan mengerami telurnya. Salah satu sarang aktifnya yang berhasil diidentifikasi berada di lereng bukit Lakokur, Desa Umamanu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah.
Namun, berkurangnya pohon sarang di hutan alam telah membuat burung lambang persatuan masyarakat Sumba ini mengalami kendala dalam hal berkembang biak. Jumlah telur yang dihasilkan saat berbiak antara dua hingga tiga butir, sangat bergantung pada cuaca dan pohon sarang karena berkaitan erat dengan kesuksesan penetasannya.
“Selain itu, kakatua sumba juga harus menghadapi persaingan penggunaan pohon sarang dengan jenis paruh bengkok lain seperti nuri bayan (Eclectus roratus) dan betet-kelapa paruh-besar (Tanygnathus megalorynchos),” lanjut Dwi.
Sekitar tahun 70-an, kakatua sumba masih mudah dijumpai. Kini, jumlah populasi burung ini diperkirakan hanya sekitar 563 ekor. ”Jumlahnya terus menurun seiring semakin sedikitnya pohon sarang serta akibat penangkapan dan perdagangan untuk dijual ke pasar dalam maupun luar negeri,” ujar Dwi.
Menjaga Bumi butuh tindakan nyata. Dengan menjaga lingkungan sekitar, meski hanya dengan merawat sebuah pohon, kita telah meringankan beban Bumi dari permasalahan lingkungan serta menjaga ekosistem kehidupan makhluk lain di dalamnya.

877 Ekor Lumba-lumba Tewas Misterius




Hipotesis yang paling memungkinkan adalah infeksi virus. Ini akan dibuktikan pekan depan.

 

Sampai saat ini, pihak berwenang Peru masih terus berupaya mengungkap penyebab di balik matinya ratusan ekor lumba-lumba di sepanjang pantai negeri itu, selama 2,5 bulan terakhir. Dikutip dari Associated Press, Gabriel Quijandria, Deputi Menteri Lingkungan Hidup Peru akhir pekan lalu menyebutkan, penelitian memang belum tuntas, namun pihaknya berharap riset mereka atas penyebab kematian tak wajar tersebut akan selesai pekan depan.
“Sebanyak 877 bangkai lumba-lumba ditemukan antara Februari sampai pertengahan April ini di pantai-pantai utara Peru,” kata Quijandria. “Sekitar 90 persen di antaranya merupakan long-beaked dolphins (Delphinus capensis) atau spesies lumba-lumba biasa, dan sisanya adalah Burmeister's Porpoise (Phocoena spinipinnis) atau sejenis lumba-lumba khas pesisir Amerika Selatan,” ucapnya.
Hipotesis yang paling memungkinkan, kata Quijandria, adalah infeksi virus. “Sebelum ini, pernah ada artikel ilmiah terkait morbillivirus, sejenis virus pengganggu kesehatan hewan-hewan berkulit keras di Peru. Hipotesis ini akan terbukti kebenarannya pekan depan,” ucapnya.
Meski di kawasan utara Peru terdapat eksplorasi minyak menggunakan metode seismik, Quijandria menyebutkan, pihaknya tidak yakin bahwa kematian para lumba-lumba itu ada hubungannya dengan pekerjaan yang dilakukan oleh BPZ Energy. Perusahaan asal Houston, Amerika Serikat, ini melakukan kegiatan pada 8 Februari sampai 8 April 2012.
Namun, Orca, kelompok pemerhati lingkungan asal Peru menyebutkan, penelitian seismik yang menembakkan udara yang dipadatkan ke dasar laut itu menghasilkan gelombang suara yang berpotensi dapat membunuh lumba-lumba. “Sejauh ini, belum ada bukti adanya hubungan antara kematian lumba-lumba dengan pekerjaan seismik tersebut,” kata Quijandria..

Spesies Burung Langka Menampakkan Diri di Chicago




Spesies burung tersebut merupakan spesies burung khas asal Amerika Latin, berjarak sekitar 11 ribu kilometer dari tempatnya ditemukan.

 

Para pengamat burung berduyun-duyun datang ke Chicago untuk melihat sesosok burung langka. Awalnya, burung yang diduga merupakan White-crested Elaenia (Elaenia albiceps), itu ditemukan oleh dua orang remaja pada pekan lalu. Jika penampakan burung itu bisa dikonfirmasikan kebenarannya oleh American Birding Association, maka burung itu merupakan burung kedua yang terlihat di Amerika Serikat. Burung yang pertama menampakkan diri di Texas, tahun 2008 lalu.
Meski bukan termasuk spesies yang ada di daftar terancam punah, burung mungil berwarna hijau dan putih dengan percikan warna putih di jambulnya itu merupakan spesies burung yang hanya ada di kawasan Amerika Selatan. Atau berjarak sekitar 11 ribu kilometer jauhnya dari Chicago, Amerika Serikat.
Saat informasi penampakan burung pemakan buah-buahan dan serangga kecil tersebut beredar lewat sejumlah media, selain pengamat burung, sejumlah turis juga mendatangi Douglas Park. Kawasan ini merupakan lokasi di mana burung tersebut terlihat, dengan membawa teropong.
“Kami segera berangkat dengan pesawat terbang dari Orlando, Florida, begitu mendapatkan kabar dari kelompok pengamat burung,” kata Greg Bretz, salah satu pemerhati burung. “Ini merupakan salah satu burung yang paling jarang menampakkan diri,” ucapnya.
Sebagai informasi, White-crested Elaenia umumnya tinggal di kawasan pesisir Peru, Ekuador, Bolivia dan bagian utara Chile. Burung-burung ini juga bisa ditemukan di berbagai tempat di Argentina, khususnya wilayah barat dan selatan.
Sebagian besar burung ini merupakan spesies yang bermigrasi namun bukan untuk berketurunan. Di seluruh kawasan Amerika Selatan, dua pertiga dari spesies burung tersebut merupakan spesies burung non-breeding migratory. Saat bermigrasi, burung-burung ini terbang dalam kelompok yang berjumlah sekitar 100 ekor dari habitatnya ke kawasan utara, tepatnya di musim dingin.

Mengetik di Keyboard Komputer Bisa Membentuk Perasaan




Bagi Anda yang sudah familiar dengan komputer, mengetik di keyboard QWERTY pada komputer ternyata bisa dapat membentuk perasaan, melekatkan emosi negatif maupun positif tergantung kata-kata yang dibuat. 'Efek QWERTY', demikian kecenderungan itu disebut.

Dua ilmuwan kognitif menjadi kepala tim studi ini; Kyle Jasmin dari Institute of Cognitive Neuroscience di University College London, Inggris dan Daniel Casasanto dari New School for Social Research, New York.

Orang cenderung bereaksi relatif lebih positif terhadap kata-kata yang diketik dengan huruf dari sisi kanan keyboard QWERTY. Sedangkan kata-kata dari sisi kiri menimbulkan emosi negatif.

Studi melibatkan sejumlah relawan yang berbicara bahasa Inggris, Belanda, serta Spanyol. Mereka diujikan ribuan kata. Tiap kali mengetik satu kata, mereka pun harus memberi nilai seberapa positif kata itu mereka rasakan. "Dari pengujian itulah, hasilnya rata-rata menilai bahwa kata-kata yang berasal dari sisi kanan keyboard terasa lebih positif," kata Casasanto.

Ini mungkin karena jumlah huruf di sisi kiri ada lebih banyak dan lebih sulit untuk mengatur ketepatan ketimbang di kanan.

Misalnya, papar Jasmin, kata yang lebih dominan berasal huruf sisi kanan keyboard seperti 'LOL' (laugh out loud) dan bahkan kata yang sengaja dibuat-buat seperti pleek,ploke, menghasilkan efek sama: perasaan yang menyenangkan.

"Artinya," ia berteori, "Bahwa yang menyebabkan pembentukan emosi memang jumlah huruf dari masing-masing sisi keyboard, bukan pengaruh semantik atau makna kata sesungguhnya."

Selain itu disimpulkan juga, jika diketikkan suatu kata relatif mudah di keyboard, emosi seseorang akan positif. Dan sebaliknya untuk kata yang lebih sukar.

8 Energi Alternatif Potensial





Sumber energi alternatif mulai populer di seluruh dunia, menggangtikan sumber energi fosil yang perlahan-lahan mulai habis. Berdasarkan kebijakan Amerika Serikat tentang sumber energi, ada delapan sumber energi alternatif yang berpotensi untuk menggantikan peran minyak dan gas.

1. Ethanol
   Merupakan bahan bakar yang berbasis alkohol dari fermentasi tanaman, seperti jagung dan gandum. Bahan bakar ini dapat dicampur dengan bensin untuk meningkatkan kadar oktan dan kualitas emisi. Namun, ethanol memiliki dampak negatif terhadap harga pangan dan ketersediannya.

2. Gas Alam
   Gas alam sudah banyak digunakan di berbagai negara yang biasanya untuk bidang properti dan bisnis. Jika digunakan untuk kendaraan, emisi yang dikeluarkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan minyak. 
Akan tetapi, efek rumah kaca yang dihasilkannya 21 kali lebih buruk.

3. Listrik
   Listrik dapat digunakan sebagai bahan bakar transportasi, seperti baterai. Tenaga listrik dapat diisi ulang dan disimpan dalam baterai. Bahan bakar ini menghasilkan tenaga tanpa ada pembakaran ataupun polusi, namun sebagian dari sumber tenaga ini masih tercipta dari batu bara dan meninggalkan gas karbon.

4. Hidrogen
   Hidrogen dapat dicampur dengan gas alam dan menciptakan bahan bakar untuk kendaraan. Hidrogen juga digunakan pada kendaraan yang menggunakan listrik sebagai bahan bakarnya. Walaupun begitu, harga untuk penggunaan hidrogen masih relatif mahal.

5. Propana
   Propana atau yang biasa dikenal dengan LPG merupakan produk dari pengolahan gas alam dan minyak mentah. Sumber tenaga ini sudah banyak digunakan sebagai bahan bakar. Propana menghasilkan emisi lebih sedikit dibandingkan bensin, namun penciptaan metananya lebih buruk 21 kali lipat.

6. Biodiesel
   Biodiesel merupakan energi yang berasal dari tumbuhan atau lemak binatang. Mesin kendaraan dapat menggunakan biodiesel yang masih murni, maupun biodiesel yang telah dicampur dengan minyak. Biodiesel mengurangi polusi yang ada, akan tetapi terbatasnya produk dan infrastruktur menjadi masalah pada sumber energi ini.

7. Methanol
   Methanol yang juga dikenal sebagai alkohol kayu dapat menjadi energi alternatif pada kendaraan. Methanol dapat menjadi energi alternatif yang penting di masa depan karena hidrogen yang dihasilkan dapat menjadi energi juga. Namun, sekarang ini produsen kendaraan tidak lagi menggunakan methanol sebagai bahan bakar.

8. P-Series
   P-series merupakan gabungan dari ethanol, gas alam, dan metyhltetrahydrofuran (MeTHF). P-series sangat efektif dan efisien karena oktan yang terkandung cukup tinggi. Penggunaannya pun sangat mudah jika ingin dicampurkan tanpa ada proses dengan teknologi lain. Akan tetapi, hingga sekarang belum ada produsen kendaraan yang menciptakan kendaraan dengan bahan bakar fleksibel.

Balon Menjadi Pelabuhan Masa Depan



Jeremy Wiley, pendiri perusahaan dalam bidang transportasi, Tethered Air, mengatakan bahwa pelabuhan di masa depan akan menggunakan balon yang mampu mengangkat beban berat. Menurutnya, tidak akan ada pelabuhan di masa depan, hanya balon yang akan memindahkan kargo dari kapal ke pantai atau sebaliknya.

"Sistem seperti ini akan jauh lebih murah dan lebih efisien," ungkap Jeremy. Dalam sistem balon ini akan ada empat kabel menggantung pada sebuah balon di mana kabel-kabel tersebut yang akan mengangkat muatan. Panjang pendeknya kabel akan dikontrol oleh sebuah mekanisme robot. 

Ide Tethered Air ini merupakan evolusi dari penggunaan balon. Leon Eversfield, ilmuwan dari Inggris mengatakan,"Akan ada banyak teknologi di dalam balon tersebut, namun tetap akan lebih murah biayanya," jelasnya.

Dengan adanya teknologi ini, pemindahan barang akan menjadi sangat mudah dan cepat. Selain itu, tempat-tempat yang sulit ditembus tidak lagi menjadi hambatan. Jeremy mencontohkan bagaimana gempa di Haiti pada tahun 2010 sulit mendapatkan suplai kebutuhan. Dengan menggunakan balon, dalam hitungan jam, suplai akan sampai dengan menggunakan balon ini. 

"Segala kebutuhan akan sampai pada titik bencana dan terhindar dari ancaman laut," tambah Jeremy.

Pemikiran dari Jeremy Wiley ini menarik para ilmuwan dari Universitas Harvard dan NASA. Dirinya percaya bahwa teknologi ini akan segera tercipta, akan tetapi Jeremy belum serius untuk memulai proyek ini.

Teknologi Panel Surya Bisa Digunakan untuk Memperoleh Air Bersih





Lebih dari 100 juta orang Indonesia kekurangan akses terhadap air minum bersih dan 150 juta lainnya amat potensial terancam dengan sumber air yang terkontaminasi.

Melalui teknologi alat pemroses air minum bersih yang memanfaatkan tenaga surya, bernama F CUBED, air berkualitas tinggi pun diperoleh secara mudah serta relatif murah. Teknologi ini diperkenalkan pada rapat koordinasi bertujuan mencari solusi air bersih, Kamis (15/3) di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta.

"Rapat koordinasi berikut presentasi ini sangat penting. Kita harus segera mendapat solusi atas masalah air bersih di berbagai daerah Indonesia, yang sudah tahap kritis," Sekretaris Menko Kesra, Prof. Indroyono menyampaikan dalam rapat tersebut.

Menurut Direktur Inovasi BPPT Ridwan Djamaludin, pemerintah Indonesia lewat BPPT, LIPI, Kemenkokesra bekerja sama dengan perusahaan Australia yang menemukan F CUBED.

F CUBED keluar dari asumsi masyarakat tentang solar cells. Karena biasanya orang berpikir tenaga matahari diubah menjadi tenaga listrik dulu kemudian menjadi energi untuk proses pemurnian. Sementara F CUBED tanpa menggunakan listrik.

Alat ini juga cukup sedehana, mudah diangkut, pemasangannya tak perlu listrik, dan bertahan hingga selama dua puluh tahun. Efisiensi panel surya rata-rata di atas 60%. Dikatakan Ridwan, dengan kemampuan tenaga surya, satu unit alat per tiga meter persegi mampu menghasilkan kurang lebih 15-20 liter air dan tidak menimbulkan biaya energi lain.

Oleh karenanya, alat ini memiliki potensi bagi daerah-daerah pedesaan, persawahan. pesisir, industri pertambangan yang rentan dengan kesulitan air bersih atau tercemari polutan tertentu.

Nilai tambah dari teknologi ini adalah kecenderungannya ramah lingkungan alias bisa menekan dampak lingkungan hidup yang mungkin terjadi.

"90 persen dari penduduk Indonesia melakukan pemurnian air dengan merebusnya. Jika Indonesia berhenti merebus air, emisi karbon dioksida akan berkurang sebanyak 73% dan subsidi kerosin menurun hingga $1 milyar/tahun," ujar Greg Hinchliffe, CEO F CUBED Indonesia.

Peter Johnstone, pencipta F CUBED menegaskan, teknologi ini didedikasikan pada masyarakat dunia untuk memproduksi, mengonservasi, dan mengolah kebutuhan air.

Untuk Indonesia sendiri, data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa ada 30% yang sistem tubuhnya terganggu akibat menderita penyakit yang disebabkan air tidak bersih. Angka kematian anak oleh sebab yang sama sampai 20% per tahunnya. 

600.000 Komputer Mac Terinfeksi Trojan Flashback




Perusahaan anti-virus Rusia mengungkap bahwa Lebih dari setengah juta komputer Apple Mac telah terinfeksi trojan Flashback.

 

Apple telah mengeluarkan program update keamanan untuk mengatasi infeksi masal ini, akan tetapi komputer-komputer yang belum menginstalnya akan tetap bermasalah.
Perusahaan pengungkap, Dr Web mengatakan sedikitnya 600.000 komputer Mac telah terinfeksi dan berpotensi dibajak dan dijadikan "botnet" - komputer yang fungsinya sebagai robot penyebar program jahat. Kebanyakan dari komputer-komputer tersebut berada di Amerika Serikat, dan sebagian lainnya berada di Kanada, Inggris Raya, dan Australia.
Dr Web mengatakan, begitu trojan ter-instal, ia akan mengirim pesan ke serverpengendali milik penyusup dengan ID unik untuk mengidentifikasi komputer yang terinfeksi.
Trojan Flashback muncul pertama kali pada September tahun lalu. Saat itu para peneliti keamanan komputer mengenali keberadaan software yang menyamar sebagai updateFlash Player. Begitu diunduh, program tersebut akan mematikan fungsi software-softwarekeamanan yang ada dalam sebuah komputer.
Versi yang lebih baru dari malware tersebut mengeksploitasi kelemahan yang ada dalam bahasa pemrograman Java. Tujuannya untuk memudahkan program-program jahat diinstal dari situs-situs penipuan tanpa seijin pemilik komputer.
Penyusupan ini mematahkan asumsi bahwa komputer Mac kebal malware, tidak seperti Windows PC atau komputer dengan sistem operasi lainnya. Kasus ini merupakan pelajaran bagi para pengguna komputer bahwa apapun sistem operasinya, pengguna harus selalu hati-hati dan waspada. Jangan sembarang mengklik link yang menghampiri kita, apalagi jika datangnya dari sumber-sumber mencurigakan.

Google Sediakan Hadiah Rp183 Juta untuk Peretas




Peretas (hacker) yang menemukan bug atau kelemahan program akan dihadiahi Rp183 Juta untuk setiap bug.

 

Hadiah sebesar US$20.000 atau setara dengan Rp183 juta disediakan Google untuk peretas (hacker) baik hati yang meretas (mencari bug atau kelemahan program) layanan-layanan Google. Info ini nantinya akan diberitahukan pada Google untuk diperbaiki.
Hadiah sebesar itu berlaku untuk setiap bug kritis yang ditemukan. Jadi makin banyakbug yang ditemukan, makin besar hadiah yang diterima peretas.
"Kami sangat yakin program Vulnerability Reward membuat pengguna Google merasa lebih aman," kata staf keamanan Google Michael Zalewski dan Adam Mein dalam blog resmi perusahaan. "Hari ini, untuk merayakan kesuksesan upaya ini dan menunjukan kesungguhan komitmen kami dalam hal keamanan, kami memperbaharui ketentuan program - termasuk besaran hadiah untuk bug-bug yang kritis."
Sebelumnya dalam kontes Pwnium yang berlangsung Maret lalu, Google menyerahkan hadiah US$60.000 (Rp550,8 juta) untuk teknik peretasan yang berhasil membongkar kelemahan pada browser Chrome. Hadiah berhasil diraih oleh dua orang peretas, mahasiswa asal Rusia Sergey Glazunov dan peneliti yang memakai nama samaran Pinkie Pie. Google pun segera memperbaiki kelemahan yang ditemukan.
Namun, ada juga yang menilai hadiah yang disodorkan Google tersebut masih terlalu rendah. Bandingkan dengan tawaran senilai US$100.000 (Rp918 juta) dari instansi pemerintah untuk teknik peretasan yang sama untuk tujuan memata-matai.
Sebuah perusahaan keamanan asal Prancis, Vupen, mengatakan pihaknya tidak akan melepas kelemahan program yang ditemukan di Chrome bahkan untuk harga US$1 juta sekalipun. Bahkan, ada makelar perantara penjualan celah suatu program yang menilai bahwa para peretas pengeksploitasi Chrome pada kontes yang diadakan Google, layak dibayar dua kali lipat.
Meski terjadi pro-kontra terkait besaran hadiah yang ditawarkan, perlu dicatat bahwa upaya ini menunjukan keseriusan Google dalam menjaga keamanan layanan. Google tentunya berharap agar para peretas yang menguasai teknik mumpuni ikut berperan dengan motivasi yang bukan sekadar uang. Melainkan demi mewujudkan layanan yang aman.

Juli, Ribuan Komputer Terancam Putus Koneksi Internet




Jika sampai 9 Juli nanti komputer belum bersih, maka dipastikan koneksi internetnya akan terputus.

 

Ribuan komputer - baik PC maupun Macintosh - yang saat ini masih terinfeksi malware, sedang diperdaya bahkan tanpa sepengetahuan pemiliknya. Koneksi internet komputer-komputer tersebut dialihkan ke server-server yang tak seharusnya. Demi kepentingan skema penipuan iklan yang dijalankan kelompok peretas internasional.
Pembuat malware telah ditangkap dan ditahan, namun ribuan komputer diperkirakan masih terinfeksi. Meski software gelap tersebut telah memperlambat kemampuan jelajahweb dan melumpuhkan antivirus di komputer mereka, kebanyakan dari pemilik komputer tersebut tidak menyadarinya. Mereka yang tidak tahu itulah yang berpotensi akan kehilangan koneksi internet jika melakukan kesalahan klik pada 9 Juli nanti.
Kondisi ini bermula dari skema penipuan iklan (advertising scam) besar-besaran yang dijalankan kelompok peretas internasional. Mereka mengambil alih komputer yang terinfeksi yang tersebar di berbagai negara di seluruh dunia.
Biro investigasi Amerika Serikat FBI kemudian menangani kasus ini. Mereka menjalankan operasi Rove Digital pada November tahun lalu. Saat itu enam orang berkewarganegaraan Estonia ditahan dan infrastruktur yang mereka gunakan disita.
Pada malam penyergapan, FBI menghubungi Paul Vixie, pimpinan dan pendiri Internet Systems Consortium, agar menginstal dua server internet untuk menggantikan serverkriminal. Tujuannya adalah untuk memastikan komputer-komputer yang terinfeksi tidak kehilangan akses internet.
FBI semula berencana mengaktifkan server hingga Maret, sambil memberi kesempatan pada komputer-komputer korban untuk membersihkan masalah. Tapi ternyata belum semua komputer terbersihkan sehingga rencana diperpanjang sampai Juli.
Hingga Juli nanti, pengguna komputer diharapkan mengunjungi situs http://www.dcwg.org. Situs ini akan menginformasikan apakah komputer mereka terinfeksi dan menjelaskan cara menanganinya.
Jika sampai 9 Juli nanti komputer belum bersih, maka dipastikan koneksi internetnya akan terputus sehingga pengguna tidak bisa mengakses internet. Apalagi untuk mengunduh dan menginstal program antivirus.
Kasus Bermula pada 2007
Malware yang dapat menyerang komputer-komputer bersistem operasi Windows dan Macintosh ini muncul pertama kali pada 2007. Malware tersebut membuat botnet dengan mengubah cara komputer mengakses DNS (Domain Name Services). Sedikitnya 570.000 komputer menjadi korban.
DNS merupakan mekanisme pengorganisasian alamat web, sistem ini memungkinkan kita mengakses alamat yang lebih sederhana misalnya Catatan ++, dan bukannya rangkaian alamat IP yang panjang dan rumit. Komputer-komputer berkomunikasi dengan server DNS yang dioperasikan oleh perusahaan penyedia jasa internet (PJI) untuk menemukan situs-situs web yang ingin diakses.
Malware ini, disebut DNS Changer, mengalihkan komunikasi DNS komputer yang seharusnya ke server PJI menuju server kriminal yang sengaja disediakan oleh para penipu. Hal ini sama artinya dengan membajak lalu-lintas internet dari komputer korban.
Dengan cara demikian, para peretas dapat dengan leluasa mengarahkan korban untuk mengakses situs-situs yang menampilkan iklan. Dari praktek ini peretas menghasilkan sedikitnya US$14 juta.
Komputer-komputer yang terinfeksi paling banyak berada di Amerika Serikat, yaitu sekitar 85.000. Negara-negara lain yang juga menjadi korban termasuk Italia, Inggris, dan Jerman yang masing-masing diperkirakan terdapat 20.000 komputer yang terinfeksi. Jumlah yang lebih kecil diperkirakan tersebar juga di Spanyol, Prancis, Kanada, China, dan Meksiko.
Korbannya diperkirakan paling banyak adalah pengguna rumahan, karena pengguna komputer kantoran dipastikan memiliki staf khusus yang mengurus dan memeriksa komputer.

15.000 Ponsel Android Terjual dalam 12 Menit




Perusahaan ponsel pintar China, Xiaomi Corp, mengungkap kesuksesan penjualannya yang fantastis. Meski hanya menjual produknya secara online, perusahaan berhasil menjual 15.000 unit ponsel pintar Xiaomi Phone hanya dalam 12 menit.
Angka tersebut menambah total penjualan ponsel pintar yang juga bernama "Mi One" ini. Penjualan kali ini merupakan putaran ketujuh, di mana putaran pertamanya berlangsung Oktober tahun lalu.
Xiaomi yang didirikan oleh pakar internet setempat, Lei Jun, memulai perusahaan dengan tim kecil tapi punya impian besar - membuat ponsel pintar kelas atas dengan harga terjangkau. Perusahaan ini masih terbentur kapasitas produksi yang terbatas. Sehingga ketersediaan produknya juga tidak besar. Itu sebabnya perusahaan hanya menggelar penjualan secara online.
Ponsel yang berbandrol US$317 atau sekitar Rp3 juta ini berhasil mencuri perhatian pasar mengingat harganya yang tidak sampai setengah harga Apple iPhone 4. Fiturnya cukup baik dengan prosesor 1.5GHz dual-core Qualcomm MSM8260 SoC, 1GB RAM, 4GB ROM, kamera 8 megapiksel, lengkap dengan konektivitas WiFi, Bluetooth, dan GPS.
Awal tahun ini Xiaomi mendapat suntikan dana sebesar US$90 juta dari sejumlah pemodal asing seperti IDG Capital, Temasek Holdings, dan Qualcomm Inc, sehingga total modalnya menjadi US$130 juta.
Pemanufaktur kenamaan Foxconn, yang juga menjadi penyedia produk-produk Apple, sepakat menyuplai produk untuk Xiaomi sejak Januari lalu.